Cinta Dimana-mana

cinta1

            Februari adalah bulan kasih sayang, bulan cinta. Sejak kapan orang Indonesia mulai mengenal istilah tersebut? Tidak ada yang tahu jawabannya. Hal yang jelas adalah orang-orang Indonesia suka banget ngikutin tren dari luar sana. Perayaan tanpa esensi terjadi dengan satu alasan utama, orang modern gitu.

            Cinta itu ada dimana-mana kan ya? Ada di sekitaran kita. Lagu-lagu cinta lebih laku. Puisi cinta bertebaran di mana-mana. Ada juga tuh bakso cinta, bakmi cinta, nasgor cinta, semur jengkol cinta, Cinta laura, dan Cinta juga kuya, O iya Cinta putrinya mas Tarjo dan mbak Trini (ini tetangga ya…) udah bisa manggil papah dan mamah ke orang tuanya loh, padahal  umurnya baru 18 bulan. Konon juga nih…. kata orang bijak cinta itu yang membuat seseorang jadi cantik.

            Definisi cinta pun macem-macem… Si Bram pernah cerita begini, “ Saat kecilku pernah bertanya tentang arti cinta pada bunda, bunda pun menjawab cinta adalah kasih sayang induk dan anaknya…  Saat ku mulai beranjak dewasa pada sahabatkupun bertanya, dia pun menjawab cinta adalah kasih sayang dua insan manusia.” Tapi si Bram ini juga masih bingung, dia merasa ga ada jawaban yang tepat. Coba deh tanya arti cinta ke ustad, jawabannya juga beda, cinta menurut beliau ada dua, cinta hakiki dan cinta semu. Boleh juga tanya pakdhe Stenberg. Pakdhe Stenberg itu pernah ngasih teori cinta dalam dunia psikologi. Teorinya dikenal dengan segitiga cinta Stenberg, gairah, keintiman, dan komitmen.  Segitiga itu kemudian membentuk macam-macam cinta, cinta palsu, cinta nafsu, cinta buta, dan cinta sejati. Tuh kan banyak definisinya….. Daripada bingung dan bertanya terus seperti Bram, biarlah definisi cinta itu ada pada diri kita masing-masing saja.

            Kalau aku sependapat dengan Pakdhe stenberg. Jika cinta yang kita miliki terdiri dari tiga komponen tersebut, maka itulah cinta sejati. Ayoookkk di cek cintamu… ada tiga komponen itu atau tidak? (>.<).  kalau cuma ada dua diantaranya itu bisa saja sekedar persahabatan, atau cinta nafsu doang. Iya…. cinta nafsu, cinta yang cuma pengen seneng-seneng aja, tertarik sama fisik lawan jenis (gairah) dan pengen dekaaattt terus (keintiman) tapi ga mau ada komitmen. Komitmen itu apa sih? Komitmen ya janji yang mengikat, sederhanya adalah pernikahan.

            Oke-oke yang menarik menurutku tiga komponen cinta itu bisa menjelaskan sejauh mana cinta kita pada Sang Pencipta. Gairah menunjukkan adanya ketertarikan pada Sang pencipta, “Apabila disebut namaNya bergetar hatinya, apabila diperdengarkan ayat Al-quran semakin bertambah keimanannya.” hayooo surat apa itu? Nah itu gairah loh… terus keintimannya dimana? Sang penciptamu udah nyediain waktu lima kali sehari buat bertemu denganNya, plus… kesempatan berduaan di hening sepertiga malam. Spesial banget kan… ayo dimanfaatkan waktu untuk bisa intim dengan Sang Pencipta. Trus komitmennya apa? Komitmen dimulai dari ketika bersyahadat, sungguh-sungguh mengerjakan perintah dan laranganNya, hingga bayar zakat dan memberi makan anak yatim atau fakir miskin. Ayoo cek lagi cintamu pada Sang Pencipta, apakah sudah berbentuk cinta sejati atau…. (isi sendiri aja, ga kuat nulisnya.)

            Paling bikin sebel itu kalau ngaku-ngakunya aktivis dakwah, menjalankan cinta pada Sang Pencipta, eh… malah menduakan Sang Pencipta. Padahal kata om Hedi Yunus, “ Mendua aku tak mampu…” ho oh bener… manusia itu ga mampu menduakan cinta Sang Penciptanya. Loh..loh… jangan panas dulu… atur napas dulu ya…. Pernah gak sebagai aktivis betah banget rapat… (kok rapat ya?). Rapat sih cuma dua jam, bahasan juga gak jelas. Nah habis rapat… saling curhat deh sampai empat jam. Ada yang teriak, “Woiii itu oknum!!”. Iya…iya oknum, dua orang doang sih yang curhat, tapi cowok dan cewek. Si cowok curhat skripsi dan dirinya yang udah mau dapat surat cinta dari fakultas (baca : SP1). Si cewek curhat juga tentang ustadzahnya yang banyak ngelarang-larang. Terus tiba-tiba muncul benih-benih cinta yang menjadi virus. Lihat deh kelanjutannya apa? Lupa tuh sama yang dulu pernah diikrarkan, dakwah demi cinta pada Sang Pencipta.

            Pengen cerita lebih banyak lagi, tapi udah dulu ya. Bahasan cinta memang sangat menarik. Apalagi bagi para jomblo. Tetapi ingat ya jangan coba-coba bermain api dengan cinta, apalagi tebar jala palsu atau umpan palsu, alias PHP. Bahaya dan justru akan menjatuhkkan izzah kita sebagai manusia dihadapan manusia lain. Salam cinta.

Dipublikasi di psikologi, tarbiyah | 1 Komentar

Pesona Ilmu Psikologi pada “Anak Indigo”

indigoPsikologi adalah suatu bidang iu yang sangat menarik, di Indonesia berkembangnya cukup pesat. Ada yang mendalami dengan masuk menjadi ilmuan dan praktisinya dan ada juga yang mempelajarinya secara common sense.

Semua aspek kehidupan rasanya tak lepas dari dunia psikologi. Hubungan suami dan istri / keluarga, anak kecil, anak remaja, orang dewasa, lansia, orang-orang di sekolah, orang-orang di tempat kerja, produsen, konsumen, dan banyak lagi yang didalamnya terdapat kajian berkaitan psikologi.

Psikologi dengan pesonanya mampu menarik banyak orang. bermuculan pula berbagai macam aktivitas berkaitan psikologi, tes IQ, tes bakat dan minat, konseling, training-training motivasi, hingga hal-hal yang masih diperdebatkan dalam keilmuan psikologi itu sendiri seperti tes sidik jari, tes kepribadian golongan darah, dan adanya anak indigo. perdebatan itu muncul membahas apakah objeknya kajian tersebut sains dan pseudo sains.

Lebih jauh pesona psikologi ini juga merasuk ke umat islam. Sehingga ditemui muslim yang membabi buta mengikuti apa yang diajarkan dalam psikologi. Padahal psikologi itu ilmu yang berkembang terikat dengan budaya. Psikologi berkembang terikat dengan budaya barat.

Karakteristik budaya barat adalah sekuler, memisahkan agama dengan keilmuan. Pada titik inilah kehati-hatian kita sebagai seorang muslim harus muncul.

Prof Malik Badri mewanti-wanti muslim, terutama ilmuwan muslim dibidang psikologi dengan mengibaratkan kondisi psikolog muslim seperti berada dalam lubang biawak.

Anak indigo dan pseudo sains

Kita sering mendengar istilah anak indigo dan kadang orang tua ingin memiliki anak indigo. Pada umumnya anak indigo didefinisikan sebagai anak dengan kemampuan indera keenam, sixth sense. Anak bisa melihat hal yang ghaib atau hal-hal di masa depan. Kemampuan seperti ini dianggap sebagai suatu kelebihan, bahkan orang tua ada yang tidak ingin kemampuan ini dihilangkan.

Menyelusuri lebih jauh tentang indigo, di laman wikipedia menyebutkan bahwa istilah anak indigo dimunculkan oleh seorang cenayang atau peramal. Lebih lanjut, konsep indigo masuk dalam kajian pseudo sains. Pseudo sains adalah ilmu semu, dibuat seolah-olah ilmiah, dengan menghadirkan data-data yang seolah empiris dan ilmiah.

Sayangnya kebanyakan masyarakat terutama muslim tidak memahami hal tersebut. Kelemahan anak indigo dalam kajian psikologi yaitu pseudo sains tidak dipahami oleh kebanyak orang. Sehingga banyak sekali yang beranggapan adanya anak indigo itu berdasarkan pada kajian ilmiah.

Kaitan Anak indigo dengan konsep islam

Di dalam islam telah disebutkan bahwa manusia itu terhalang untuk melihat hal-hal yang ghaib (Q.S An-Naml ayat 65). Hal-hal yang ghaib itu tidak diperlihatkan Allah kepada manusia, meliputi adanya jin, malaikat, dan juga masa depan. (Q.S Al-Jin 26-28). Jika ada manusia yang bisa melihat jin atau mengetahui masa depan, maka itu tandanya manusia telah berhubungan dengan jin (Q.S Al-Jin ayat 6). Manusia tidak dapat melihat jin, namun jin dapat melihat manusia (Q.S AL-A’raf ayat 27). Manusia dapat berhubungan dengan jin, jika jin itu menghendaki dan adakalanya jin meminta syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat ini biasanya akan membawa manusia pada kemusyrikan hingga kekufuran. Kesimpulannya adalah manusia tidak dapat melihat yang ghaib kecuali ia telah berhubungan dengan jin dan berhubungan dengan jin dapat membawa manusia pada kesyirikan.

Anak indigo adalah anak-anak yang diyakini memiliki indera keenam sehingga bisa melihat hal-hal ghaib atau masa depan. Tetapi jika kita kembali pada konsep ajaran islam, maka anak indigo bisa ada karena ia memiliki hubungan dengan jin. Sangat sulit jika keindigoan itu merupakan anugerah dari Allah SWT, karena tidak ada manusia normal yang dapat mengetahui hal yang ghaib. Ketidaknormalan itu muncul karena adanya interaksi dengan jin.

Apakah mungkin seorang anak yang tidak tahu cara memanggil jin bisa berhubungan dengan jin? Pertanyaan seperti itu tampak mencoba menegaskan bahwa indigo itu bukan karena hasil interaksi dengan jin. Ada sebuah pandangan umum pada masyarakat tentang interaksi manusia dengan jin. Seseorang yang telah meminta pertolongan dengan jin maka jin itu akan tetap ada dan berpindah pada keturunannya jika seseorang itu telah meninggal. Oleh karena itu, jika ada seorang anak yang terindikasi indigo maka sebaiknya kita mengecek kembali silsilah keluarganya. Biasanya salah satu anggota keluarga ada yang berhubungan dengan jin misal orang tua atau kakek-neneknya.

Kesimpulan mengenai anak indigo : Keterpesonaan terhadap ilmu Psikologi

Dua pandangan mengenai anak indigo diatas menunjukkan bahwa anak indigo tidak diakui adanya secara empiris keilmuan maupun secara ajaran islam. Pemahaman masyarakat bahwa adanya anak indigo dibuktikan secara ilmiah ini dapat disebabkan karena terpesona dengan ilmu psikologi. Ilmu psikologi muncul sebagai suatu hal yang menarik sehangg orang-orang yang baru berkenalan akan mudah terpesonanya dengannya. Keterpesonaan ini dapat dihindari dengan pemahaman islam yang baik. Oleh karena itu, benar apa yang disampaikan para ulama dan kiyai terdahulu, belajar mengenai ilmu agama itu paling penting sebelum mengenal ilmu-ilmu yang lainnya.

—–

bahan bacaan

  1. Dakwatuna : Larangan berhubungan dengan jin (http://www.dakwatuna.com/2009/03/06/2016/larangan-berhubungan-dengan-jin-2/#axzz3me4BaA87). diakses tanggal 24 September 2015
  2. Dilema Psikolog Muslim. 2005 : Pustaka Firdaus. karya Prof. Dr Malik B Badri
  3. notes FB Bagus Riyono :  Prof. Dr Malik Badri : Psikologi modern tidak netral. (https://m.facebook.com/notes/bagus-riyono/prof-dr-malik-badri-psikologi-modern-tidak-netral/10150159576979685?comment_id=17490418&offset=0&total_comments=12) diakses tanggal 24 September 2015
  4. wikipedia : anak indigo (https://id.wikipedia.org/wiki/Anak_Indigo), diakses tanggal 24 September 2015
  5. Science and Pseudoscience in Clinical Psychology. edited by scott o. Lilienfeld, Steven Jay Linn, Jeffrey M Lohr
Dipublikasi di Keluarga Muslim Psikologi, psikologi, tarbiyah | 1 Komentar

Resume Kajian Ahad Pagi “Musyarakah siyasah”

Kita awali dulu dengan tafsir Q.S Al-‘Ashr.

ada dua makna dari kata “Al-‘Ashr” :

yang pertama definisi al-‘ashr yaitu masa dimana aktivitas kita berlangsung. pendapat lain ada yang menyebutkan definis Al-‘Ashr berarti waktu ashar, sholat ashar.

Yang kedua adalah  makna tersirat dari ayat pertama “Demi Masa”. Kalau biasanya orang bersumpah menyebut nama Allah, maka Allah disinipun bersumpah dengan apa yang diciptakannya. Allah menyiratkan akan adanya sesuatu dibalik waktu, ada bahaya jika manusia tidak serius memerhatikan waktu.

Suatu ketika Musailamah A-Kadzdab bertanya kepada Amr Bin Ash. Saat itu Amr bin Ash belum masuk islam, “Wahai Amr, apa yang telah diturunkan (Allah ) kepada Muhammad selama ini?”

Amr bin Ash menjawab, “Telah datang kepadanya satu surat ringkas namun sangat padat maknanya.”

“Surat apa itu?”

Lalu Amr Bin Ash membacakan surat Q.S Al-Ashr.

Musailamah diam sejenak, lalu berkata “Wahai Amr, Allah juga menurunkan surat pada ku.”

“apa itu?”

“Yaa wabrun, yaa wabrun, wa innamaa anta udzunaani wa shodrun wa saa iruka hafrun naqrun (hai kelinci, hai kelincu, kamu memiliki dua telinga dan satu dada. dan semua jenismu suka membuat galian dan lubang)”

kemudian Musailamah melanjutkan, “Bagaimana menurutmu, Hai Amr?”

Amr Bin Ash menjawab, “Demi Allah, sesungguhya aku tahu bahwa engkau berdusta.”

Dari cerita diatas, tampak bahwa Musailamah tidak suka pada Rasulullah SAW. Dapat diambil hikmah bahwa disetiap kebaikan selalu ada yang tidak menyukainya.

Dalam tafsir Fii Dzilalil disebutkan bahwa surat Al-‘Ashr ini mengandung pilar-pilar dakwah.

Musyarakah Siyasah.

Pada saat itu kondisi Mekkah sangat buruk. Kebatilan menguasai sendi kehidupan dan kebenaran sangat lemah posisinya. Kondisi yang demikian menyulitkan para sahabat dan Rasulullah SAW untuk menebarkan kebaikan, apalagi sampai mampu membuat kebijakan untuk masyarakat.

sangat penting dalam menentukan suatu kebijkan masyarakat dilakukan oleh orang-orang yang baik dan sholeh. sehingga kebijakannya itu menjadi suatu kemanfaatan di masyarakat.

memerhatikan hal tersebut maka berkaitan dengan musyarakah siyasah itu memiliki syarat. syarat-syarat itu sebagaimana terkandung dalam Q.S Al-‘Ashr :

1. kekokohan iman dalam dada. Iman adalah asas utama.

para sahabat (semoga Allah merahmati mereka semua) dahulu memberikan contoh baik yaitu ketika berjumpa saling mengajak untuk mengikuti majelis ilmu.

2. Amal shaleh.

Kurang lebih ada 60 kata yang beriringan antara iman dan amal shaleh dan itu semua dalam bentuk jamak. Artinya, iman dan amal shaleh itu dilakukan bersama sama dengan orang lain, seperti rangkaian huruf, ketika disusun akan menjadi kata yang memiliki makna, misal “C-I-N-T-A”

3. kebiasan nasihat menasihati dalam kebenaran

4. kebiasaan nasihat menasihati dalam kesabaran

resume kajian ahad pagi I,f

Ust. Muhtadi

Dipublikasi di kajian, tarbiyah | Meninggalkan komentar

Resume kajian belajar Al Qur’an : Q.S Al-Falaq, Q.S An-Nas, Q.S. Al-Ikhlas

mushaf al madina brown pdf 5
Urutan turunnya surat 3 Qul, Q.S Al-Falaq, Q.S Annas, Q.S Al-ikhlas.
Tiga surat ini disebut Al-Muawidzat.
Q.S Al-Falaq dan Q.S An-Nas
mayoritas ulama menyebut sebagai surat makkiyah, sebagian mengatakan mahdaniyah.
Al-Falaq artinya yang membelah. Subuh membelah antara malam dan siang.
asbabun nuzul :
Rasulullah SAW pernah terkena sihir oleh labid bin A’Shom, seorang yahudi. Media yg dipake adalah helaian rambut rasulullah yang rontok saat disisir. Yang membantu labid adalah anaknya sendiri. (kisah lebih lengkap bisa dilihat pada tafsir Fii Dhilalil Qur’an).
Helaian rambut Rasulullah itu diikat menjadi 11 ikatan sihir. Kesebelas ikatan sihir itu lepas dengan turunnya surat Al-Falaq dan An-Nas (jumlah ayatnya ada 11).
Yang meruqyah Rasulullah adalah malaikat jibril. Rasulullah yg terkena sihir ini menandakan bahwa beliau seorang manusia.
Sihir yang dirasakan adalah seoalah olah telah melakukan sesuatu tetapi ternyata belum. Atau sebaliknya, seolah olah belum melakukan sesuatu tetapi ternyata sudah. Namun sihir tersebut tidak memengaruhi turunnya wahyu.
Fadhilah surat :
1. Dua surat Al-Falaq dan An-Nas merupakan merupakan bacaan pelindung (muawidzatain). Bersama surat Al-ikhlas menjadi tiga surat sebaik baiknya pelindung (Al Muawidzat).
dalam sebuah hadist menganjurkan kita membaca tiga surat ini setiap selesai sholat.
2. Meminta kesembuhan pada Allah.
Rasulullah sebelum tidur selalu berdoa menangkupkan kedua tangan lalu membaca tiga surat ini, setelah itu beliau mengusap wajah dan anggota tubuh lain, diulang sebanyak 3 kali.
3. Kalau dicermati, kata Allah pada surat Al Falaq disebut sebanyak Satu kali (ayat pertama) untuk meminta perlindungan sebanyak empat kali (ayat 2-5).
Sedangkan dalam surat An-Nas kata Allah disebut sebanyak tiga kali (ayat 1-3) untuk memjnta perlindungan sebanyak satu kali (berlindung dari bisikan).
Hal tersebut menandakan godaan dari luar lebih mudah dihadapi daripada godaan dari dalam diri (bisikan syetan).
Dengan kata lain menundukkan diri sendiri lebih sulit daripada menundukkan orang lain. Ketika kita bisa menundukkan diri sendiri maka menundukkan orang lain akan lebih mudah.
Q.S Al-Ikhlas
nama lainnya : At-tafrid, At-tajrid, At-tauhid, An-Najatu, Al-walayati, Al-ma’rifatu, Al-Assasu. (ada 7 nama lain)
Surat ini turun untuk menjawab pertanyaan orang musyrik tentang tuhannya rasulullah.
“Ya Rasulullah, jelaskan silsilah tuhanmu!” Mereka bertanya demikian karena tuhan yang mereka sembah memiliki silsilah, ada bapak, anak, dsb.
Selain itu, orang yahudi juga bertanya tentang karakteristik tuhan Rasulullah. Dari apa bentuknya, bahannya dr apa, dari emas atau dari apa. Karena tuhan orang yahudi memiliki karakteristik. ( contoh tuhan yg dibuat Samiri, lembu yg bisa mengeluarkan suara berbahan emas).
Surat Al-Ikhlas turun untuk menjawab pertanyaan pertanyaan itu semua.
bahwa Allah itu Esa dalam tiga hal : Sifaf, zat, dan perilaku.
Pada ayat kedua dijelaskan bahwa dalam berkomunikasi pada Allah tidak memerlukan perantara. Hubungan langsung. Berdoa dan meminta pertolongan langsung pada Allah tanpa perlu memakai wali.
Resume kajian iktikaf (malam ke 29)
Ust talqis nurdiyanto.
Dipublikasi di kajian | Meninggalkan komentar

Membawa Anak ke Masjid

anak-anaksholatBulan Ramadhan ini alangkah semaraknya. Masjid-masjid ramai oleh jamaah dari berbagai usia saat sholat tarawih. Ada ibu-ibu muda yang saling ngobrol mengenai mukena yang dipakainya. Ada bapak-bapak yang saling menyapa bertanya kabar karena sehari-hari jarang berjumpa akibat pekerjaan. Ada juga celoteh-celoteh anak-anak riang karena masih boleh bermain di malam hari.

Suasana itu menjadi tenang ketika Iqomah berkumandang dan imam siap mendirikan sholat. Para jamaah mengikuti imam, tenang dan memulai ibadah sholat.

Tapi… Kok suasana masih ribut ya…..?

Ada yang tidak ikut sholat berjamaah!!! Ya… Mereka adalah anak-anak. Mereka masih asyik bermain. Lihat saja, ada yang bermain pesawat kertas, diterbangkan dan dikejar bersama. Ada yang asyik bermain kejar-kejaran melewati barisan shaff orang sholat. Bahkan ada yang tampak sedang bergelut. Di sudut lain, ada balita yang menangis karena tiba-tiba orang tua “mengabaikannya”.

Suasana ramai demikian biasa kita jumpai ketika shalat tarawih. Tanggapan orang dewasa tentang ramainya anak pun beragam. Ada yang merasa terganggu dengan kehadiran anak-anak. Imam dan penceramah menjadi kurang khusyuk. Ada juga orang tua yang mengatakan keramaian itu tidak masalah, karena merupakan proses pendidikan untuk anak.

Nah… Muncullah dilema, sebagian jamaah melarang anak ke masjid, sebagian lagi tetap membawa anak ke masjid dengan alasan, “Untuk pendidikan, biar kelak rajin ke masjid”. Sebagian orang dibuat manyun dengan alasan seperti itu.

Saya kemudian bertanya ke sebuah grup W.A yang isinya orang-orang hebat (menurut saya). Dari pertanyaan itu memunculkan diskusi yang menarik disimak dan menjadi pelajaran bersama.

Seorang kakak angkatan yang juga ustadzah dan dosen memberikan penjelasan menarik. Penjelasan yang diberikan berasal dari diskusi serupa di kalangan ibu-ibu muda.

Sorotan utama adalah bagaimana masjid bisa menjadi ramah anak, anak-anak tidak takut ke masjid. Sebagai orang dewasa, ketika ada anak kecil yang ikut ke masjid jangan dimarahi. Karena itu akan membentuk imej bahwa masjid isinya orang-orang galak. Jadi besok ketika sudah besar jadi malas ke masjid.
 
Sebaiknya orang tua mendampingin sang anak dan tidak egois. Kalau anaknya ramai, berisik, berilah nasihat. Kalau tidak mempan, anak diajak pulang dengan cara yang baik, sehingga tidak menganggu aktivitas jamaah lain. Dapat dikatakan, orang tua jangan “egois” dalam beribadah ketika membawa anak.
 
Karena anak-anak yang berdekatan dengan anak lain akan cenderung ramai, sebaiknya orang tua yang sama-sama membawa anak tidak duduk atau berada pada tempat sholat yang berdekatan. Beberapa orang yang membawa anak, saya perhatikan sengaja mencari pojokan masjid atau menunggu shaff belakang. Cara tersebut mungkin bisa menjadi pertimbangan orang tua. Tetapi tetap diusahakan jauh dari orang tua lain yang membawa anak.

Berkaitan dengan memberi nasihat pada anak, anggota grup lain yang seorang trainer terkenal memberi penjelasan tambahan. Ada adab yang diajarkan Rasulullah SAW tentang mendidik anak.

Ketika cucu Rasulullah SAW hendak memakan kurma sedekah, Rasulullah SAW bersabda, “ Kha… Kha…! Keluarkan kurma dari mulutmu! Apakah kamu tidak tahu kalau ahli bait itu tidak makan kurma sedekah…”.
 
Dari perkataan diatas terdapat pola:
1.“Kha… Kha…!” Kata yang menarik perhatian anak, sehingga anak memerhatikan.  
2.“Keluarkan…..” Bentuk larangan atau perintah yang kongkrit, jelas dan tegas.
3.”Ahli bait tidak makan kurma sedekah…” Sebuah alasan penguat  
 
Pola tersebut serupa dengan nasihat yang diajarkan oleh Lukman Al-Hakim yang disebut dalam Q.S Luqman ayat 13, “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar.”
 
1.“ Yaa Bunayya…”, “Wahai anakku!” Kata yang menarik perhatian anak, memiliki makna “penghormatan dalam kasih sayang” pada anak.
2. “Janganlah engkau….” Bentuk larangan atau perintah yang Kongkrit, jelas dan tegas.
3.“… Mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar.” Sebuah alasan penguat.
 
Maka ketika anak ramai di masjid, mungkin kita bisa menasihati begini , “ Hai… Cah-cah bagus, jangan ramai pas sholat ya… Allah nggak sayang lho sama yang suka ganggu orang sholat.”
 
-Dhuha di Pabelan-

Dipublikasi di Keluarga Muslim Psikologi, pendidikan, psikologi, tarbiyah | Meninggalkan komentar

4 Lagu yang Berkesan Banget Selama Ini

Lagu, kadang menjadi pemantik terhadap suatu peristiwa atau suatu kisah. karena hal tersebut juga, sebuah lagu menjadi favorit bagi diri kita. walau mungkin orang lain tak sependapat. tapi itulah kenyataannya, karena kita yang mengalami kesan-kesan istimewa yang menyertai sebuah lagu.

berikut ini aku share 4 lagu yang memiliki kesan mendalam sampai saat ini.

1. Negeri Di awan – Katon Bagaskara –

lagu ini selalu mengingatkan pada masa kecil. Pada waktu itu ada program televisi berjudul “Anak Seribu Pulau”. Program itu menjadi acara favorit. Ketika dulu berlari-lari dan bermain di sekitaran rumah yang terbayang adalah seperti anak-anak dari “Anak Seribu Pulau” yang sedang berlari.

Nuansa seperti itu selalu terbawa sampai saat ini. sehingga ketika mendengar lagu negeri di awan, pikiranku melayang jauh pada masa kanak-kanak. Berburu kecebong pas musim hujan,bermain di pohon tumbang dengan angin kencang musim kemarau. Hingga berlari-lari di pondasi gedung yang sedang dibangun.

  1. When You Say Nothing At All – Ronan Keating-

Sampai sekarang lagu ini masih menjadi list favorit di HP. Lagu kenangan masa SMP. Lagu bahasa inggris bertema “cinta” yang pertama kali dihapal. Sampai sekarang semakin suka dengan lagunya karena liriknya juga bagus.

Saking sukanya dengan lagu ini, sampai minta tolong temen cewek untuk nyatetin liriknya. Padahal niat aslinya biar temen cewek itu tau lagu kesukaanku dan sebagai taktik PeDeKaTe ke si cewek. Ternyata berhasil, satu tahun kami temenan, dua tahun jadian, dan putus di kelas 1 SMA. Sejak itu ga pernah pacaran lagi sampai sekarang (saat nulis ini umurku 26 tahun dan masi jomblo -keren kan?-)

  1. Sekeping Hati -Saujana-

Inilah lagu nasyid pertama yang aku dengar. Seorang ustad yang melantunkan nasyid ini saat perkenalan belajar bahasa arab di SMA. Sekolah ku SMA Negeri. Tapi karena masuk program khusus berasrama sehingga ada program tambahan pelajaran penguatan Imtaq (iman dan taqwa) pada malam hari.

Nasyid ini selalu mengingatkan pada sosok ustad yang bersahaja itu. Ustad yang sederhana yang beberapa waktu seminggu jauh-jauh dari rumah memberi pelajaran bahasa arab. Beliau selalu bersemangat, mungkin karena bertemu kami yang masih muda dan penuh gairah pula. Sampai sekarang nasyid ini menjadi teman ketika sedang galau. :-D

  1. 11 Januari -Gigi-

Ada dua alasan utama kenapa lagu ini masuk dalam 4 lagu paling berkesan. Yang pertama adalah lagu ini sering didengar pada masa awal kuliah di Jogja. Didengar dari radio pemberian kakak sekitar jam 8 sampai 9 pagi, ketika masuk kuliah jam 10. Atau pagi sekitar jam 6 sampai jam 7. Hampir tiap pagi dengerin lagu ini sehingga sekarang kalau dengerin 11 Januari pikiranku langsung melayang ke kamar kos kecil saat pertama kuliah. Seperti kembali pada masa-masa kuliah dulu.

Alasan yang kedua karena Gigi adalah band favoritku. Semakin suka karena akhirnya tahu lagu ini ada hubungannya dengan tanggal pernikahan pasangan salah saut personilnya. Eh tanggal pernikahan atau tanggal jadian ya? Pokoknya seperti itu lah

Dipublikasi di self | Meninggalkan komentar

Dari Rabbani Menuju Inspirasi Diri

Pada suatu sore saya yang seorang guru di SMA berasrama mengajar di kelas yang isinya siswa putri semuanya. Jumlahnya sekitar 30-an anak. Karena kelas sore, semua mengenakan seragam bebas, bukan seragam sekolah. Tiba-tiba muncul ide iseng saya untuk mengamati jilbab yang dikenakan oleh para siswa putri. Pengamatan ini ternyata menghasilkan suatu hal yang menurut saya menarik, yaitu dari 30an siswa putri yang hadir di kelas sore itu, hanya 5 siswa putri yang mengenakan jilbab selain merk Rabbani. Artinya, sekitar 25-an siswa putri memakai jilbab dengan merk yang sama, yaitu Rabbani. Lalu saya iseng bertanya kepada mereka, apakah mereka semua memiliki jilbab merk Rabbani? Ternyata keseluruhan siswa putri di kelas itu memakai jilbab merk Rabbani.

Keesokan sore harinya kembali saya mengajar jam sore untuk kelas putri yang berbeda. saya mengamati jilbab yang mereka pakai seperti hari sebelumnya, hasilnya cuma ada satu siswi yang tidak memakai jilbab merk Rabbani. Kemudian saya memberikan pertanyaan yang sama dengan kelas kemarin. Ternyata jawaban yang didapat juga sama, semuanya memiliki jilbab dengan merk Rabbani.

Keesokan harinya lagi ketika mengajar di kelas putra, saya bertanya kepada mereka, apakah mereka memiliki baju koko atau kemeja dengan merk Rabbani? Hasilnya sedikit berbeda dengan kelas putri. Di kelas putra ini sekitar 75 % dari mereka memiliki kemeja atau baju koko merk Rabbani.

Saya menjadi tertarik dengan merk busana muslim yang satu ini, merk Rabbani. Saya masih ingat ketika dulu tahun 2000-an hanya menemukan iklan Rabbani di majalah-majalah islami saja dan belum menemukan toko produk Rabbani. Tetapi saat ini, toko-toko yang menjual produk Rabbani banyak ditemukan. Bahkan kota kecil seperti Magelang juga terdapat toko yang menjual produk Robbani.

Sayapun ingin tahu berapa lama sebenarnya usia Rabbani itu sendiri. Kemudian saya mencari informasi di internet dan menemukan kisah pemiliknya. Sang pemilik mulai berbisnis dari minus sejak tahun 1991 atau dua tahun setelah menikah. Bisnis busana muslim baru ditekuni pada tahun 1994. Pada tahun tersebut memilih bisnis busana muslim terutama untuk perempuan bukanlah hal yang mudah. Saat itu pemakai jilbab belum banyak di Indonesia. Bahkan sekolah maupun kampus masih melarang penggunaan jilbab. Hal yang tampaknya sulit itu ternyata memiliki keistimewaan tersendiri, toko busana muslim yang terbatas ternyata menjadi peluang penjualan, banyak muslimah yang kesulitan mencari busana muslim terbantu dengan ada Rabbani saat itu.

Seiring perkembangan politik dan sosial di Indonesia dan semakin bebas para muslimah mengenakan busana muslim yang menjadi identitas dirinya, maka usaha busana muslimah ini pun semakin berkembang. Dari semula hanya menjual jilbab titipan kemudian sang pemilik mulai berkreasi membuat jilbab sendiri. Hasilnya pada tahun 2004 omzet penjualan melejit. Sejak tahun itulah tantangan bisnis yang digeluti suami istri ini berubah dan menjadi besar seperti saat ini. Setelah 10 tahun bekerja keras membangun bisnis baru terasa hasilnya dan masih bertahan hingga 10 tahun berikutnya, yaitu saat ini ditahun 2014.

Rentang waktu pencapaian sukses Rabbani adalah 10 tahun. Waktu yang cukup lama tampaknya, namun ternyata dalam dunia bisnis 10 tahun mencapai sukses itu adalah hal yang wajar dan normal. Dalam hati kemudian saya bertanya bagaimana dengan kesuksesan para pebisnis lainnya? Berapa lama waktu yang mereka butuhkan untuk sukses? Dari hasil pencarian saya menemukan beberapa jawaban, Soichiro Honda berkali-kali terjatuh dan gagal hingga akhirnya tanpa sengaja memasang mesin motor pada sepeda dan banyak orang menyukai sepeda bermotor itu. Soichiro Honda mencapai sukses pada usia sekitar 40 tahun dengan sebelumnya jatuh bangun selama 20 tahun.

Di Indonesia kita mengenal adanya taksi Blue Bird. Untuk menjadi sebuah perusahaan taksi kepercayaan banyak penumpang, Blue Bird membutuhkan waktu sekitar 30 tahun. Di mulai dari hanya dua armada pada tahun 1965 lalu berkembang mencapai ratusan armada pada era 70an hingga terus berkembang mencapai ribuan armada dan memiliki banyak cabang seperti pada saat sekarang ini.

Bagaimana dengan kesuksesan pada bidang lain? Saya tiba-tiba ingat dengan penemu lampu yang kemudian mengubah dunia ini dengan penemuannya, Thomas Alva Edison. Thomas Alva Edison adalah penemu bermacam-macam benda di dunia. Kisah yang sangat terkenal darinya adalah penemuan lampu pijar yang dilakukan dengan berkali-kali mnemui kegagalan. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa Edison melakukan sekitar seribu percobaan sebelum berhasil menemukan filamen yang bisa menyala untuk bola lampu. Dalam melakukan penelitiannya pun beberapa kali ia harus mengutang kepada rekan-rekannya.

Lalu adakah orang Indonesia yang tidak mengenal kesuksesan Pak BJ Habibie dalam meraih cita-cita? 10 tahun beliau belajar di Jerman untuk bisa menjadi seorang ahli pesawat terbang, pakar sayap pesawat terbang. Selama 10 tahun itu beliau bekerja keras dan berhemat agar tetap bisa hidup dan belajar di Jerman. Sosoknya dikagumi hampir oleh semua ilmuwan muda Indonesia sampai saat ini.

Saya semakin bersemangat, kemudian mencoba memerhatikan diri saya dan disekitaran saya. Islam, ya Islam sendiri bisa menyebar ke seluruh dunia dengan rentang waktu yang cukup lama. Nabi Muhammad memerlukan waktu 23 tahun hingga ajaran yang dibawanya diterima masyarakat dan kemudian menyebar keseluruh dunia. Muhammad Al-Fatih sang penakluk Konstantinopel pun sudah berusaha mewujudkan impiannya sejak kecil. Lalu ada lagi Shalahuddin Al-Ayyubi, Hasan Al-Banna, bahkan perjuangan cita-cita kemerdakan oleh founding father negara ini.

Saya termenung dan kemudian menilai diri sendiri. Ternyata untuk meraih sebuah sukses, sebuah cita-cita, dan sebuah impian itu memerlukan waktu yang lama. Hasrat diri ini untuk meraih impian menuntut untuk segera mencapainya, tetapi sejarah mengajarkan bahwa waktu untuk mencapainya bisa lama. Saya yang penuh impian ini dan terkadang menjadi galau karena tidak sabar meraihnya, kemudian mendapat sedikit pencerahan. Kalau mau sukses, kita harus berani bersabar.

Kalau mau sukses, kita harus bersabar. Nasihat itu adalah kesimpulan dari keingintahuan saya yang bermula dari mengamati jilbab Rabbani. Saya kemudian teringat nasihat guru saya, “Sabar itu aktif bukan pasif!!! Jangan terkecoh dengan kesan katanya yang seakan menunjukkan sabar itu pasif. Ingat sabar itu aktif!!”. Ternyata orang-orang sukses yang sudah saya ketahui dari kisah sukses pemilik Rabbani, kisah 1000 percobaan Thomas Alfa Edison, dan juga kisah yang patut kita teladani dari Rasulullah SAW, semuanya menunjukkan bahwa sabar itu aktif. Sabar itu bergerak terus, pantang menyerah, dan senantiasa gigih.

Apa jadinya jika Thomas Alfa Edison berhenti mencoba setelah kembali gagal pada percobaannya yang ke 100? Mungkin saat ini malam hari kita masih berteman lilin, masih merasa gelap gulita. Apa jadinya jika ketika Rasulullah SAW tak tahan dengan siksa yang diterima ketika membawa risalah islam? Saya merinding membayangkannya, belum tentu saya menjadi seorang muslim seperti saat ini. Dan apa jadinya jika pemilik Rabbani berhenti saat menghadapi krisis pada usahanya? Mungkin saja saya tidak bisa mengambil hikmah dari perjuangannya dan mungkin saya tidak bisa menuliskan tulisan ini.

Jadi marilah kita bersama-sama berjuang untuk senantiasa bersabar dalam meraih impian kita. Jika engkau seorang pelajar atau mahasiswa, maka sabarlah dengan usahamu untuk meraih cita-cita. Jika engkau seorang wirausaha muda, maka sabarlah dengan kerja kerasmu. Jika engkau ingin menjadi pemimpin negeri ini, maka sabarlah engkau dalam meniti jalan menuju ke sana.

di muat di blog rzi tanggal 27 september 2014
linknya http://blog.tetapsemangat.net/2014/09/dari-rabbani-menuju-inspirasi-diri/

Dipublikasi di Uncategorized | Tag , , , | Meninggalkan komentar