teknik untuk mengenal diri


Pengenalan diri merupakan kemampuan seseorang untuk mengenal kelebihan dan kekurangan yang ada di dalam dirinya sehingga dapat memberikan respon yang sesuai dengan tuntutan baik dari luar maupun dari dalam (Helmi, 1995). Dengan mengenali diri seseorang akan lebih baik dalam menjalankan kehidupannya. Kelebihan yang dimiliki merupakan aset, sumber daya yang mendukung kehidupan, namun jika kelebihan tidak disadari maka sulit untuk mengembangkan dan menerapkan kelebihan itu. Begitu juga dengan kekurangan atau kelemahan pada diri, jika tidak disadari akan merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

Konsep diri merupakan persepsi seseorang terhadap dirinya, bagaimana seseorang memberikan penilaian terhadap fisiknya, karakternya, status sosialnya, serta aspek-aspek diri lainnya. Seseorang dapat memahami konsep dirinya melalui pengenalan diri. Konsep diri yang positif membantu seseorang memaknai secara positif arti dirinya dan akan berdampak pada kesehariannya yang positif pula.

Pengenalan diri secara umum diperoleh dari tiga cara utama yaitu  persepsi diri, perbandingan sosial, dan umpan balik. Persepsi diri merupakan hasil dari pengamatan seseorang tentang perilakunya di lingkungan, dikenal sebagai introspeksi diri. Perbandingan sosial dilakukan dengan cara membandingkan diri dengna orang lain, namun ketentuan ideal suatu perilaku belum tentu juga diperoleh pada diri orang lain. umpan balik merupakan masukan atau informasi diri yang diperoleh dari orang lain.

Salah satu teknik pengenalan diri yang cukup terkenal dan sering digunakan dalam dunia psikologi adalah jendela Johari (Jo-Harry Window).  Jendela Johari terdiri dari 4 bagian yang dibentuk oleh kartesius sumbu x dan y. Keempat bagian itu menunjukkan diri (self) seseorang yang terdapat pada daerah terbuka dan daerah tertutup. Keempat bagian itu adalah daerah publik, daerah buta, daerah tersembunyi, dan daerah tak disadari, tampak pada diagram berikut,

  Tidak tahu tentang diri Tahu tentang diri
Orang lain mengetahui Daerah buta Daerah publik

 

Orang lain tidak mengetahui Daerah  tak disadari Daerah tersembunyi

 

 

Daerah publik adalah daerah yang berisi informasi-informasi tentang diri yang diketahui oleh diri sendiri dan juga oleh orang lain. Daerah buta merupakan daerah yang berisi informasi tentang diri yang diketahui oleh orang lain, tetapi tidak diketahui oleh diri sendiri. Daerah tersembunyi adalah daerah yang berisi informasi-informasi diri yang hanya diketahui oleh diri sendiri sedangkan orang lain tidak mengetahui, daerah ini bisa terbentuk karena sesorang tidak menginginkan orang lain mengetahui informasi dirinya. Daerah tak disadari adalah daerah informasi tentang diri yang belum terungkap, belum diketahui oleh diri sendiri maupun orang lain.

Konsep diri positif diperoleh ketika  daerah publik lebih luas daripada daerah yang lain. untuk memperoleh wilyah daerah publik yang luas, dapat dilakukan oleh dua cara, yaitu :

  1. Pengungkapan diri (Self Disclosure), dengan menceritakan informasi diri maka akan membuka daerah tersembunyi, sehingga orang lain akan mengetahui informas-informasi diri yang mungkin belum diketahuinya.  Dampaknya adalah semakin banyak informasi yang diketahui bersama dan akan memperluas daerah publik.
  2. Umpan balik (feedback), informasi tentang diri yang diberikan oleh orang lain sebagai umpan balik akan membuka daerah buta sehingga seseorang yang menerima umpan balik akan lebih mengenal dirinya dan memperluas wilayah daerah A. Umpan balik bertujuan untuk memberikan informasi yang konstruktif bagi seseorang. Umpan balik diberikan ketika seseorang telah siap menerima umpan balik, karena jika orang itu tidak siap, umpan balik dapat berubah menjadi bumerang yang berbahaya.

 

Secara sederhana, pengenalan diri itu menjawab pertanyaan siapa saya?. Dengan mampu menjawab pertanyaan ini, biasanya seseorang akan melanjutkan dengan bertanya, hendak menjadi apa saya? Oleh karena itu, jawaban dari pertanyaan siapa saya? Bermanfaat untuk membantu seseorang menentukan hendak menjadi apa saya?

 

Sumber : Helmi, F.A.1995.konsep dan teknik pengenalan diri. Buletin Psikologi. III-02-12. Yogyakarta : UGM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s