konsep membuat perencanaan pribadi (life plan)

Pembuatan perencanaan pada umumnya dapat dilakukan dengan banyak cara, namun yang perlu ada dalam setiap perencanaan adalah jawaban dari enam pertanyaan yang merupakan bingkai dari perencanaan, yaitu apa, siapa, kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana. Keenam pertanyaan ini sering disebut dengan 5W+H.

Pertanyaan siapa? menunjukkan tanggung jawab, siapa yang memiliki peranan dalam menyelesaikan setiap tugas yang direncanakan, apakah seseorang atau sekelompok orang.

Pertanyaan apa? menunjukkan tujuan yang ingin dicapai. Menjawab pertanyaan apa? ini hendaknya mendetail atau spesifik, konsep SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time Based) membantu untuk mendetailkan jawab dari pertanyaan apa?

  1. Spesific. Spesifik  berarti tujuan itu hendaknya merupakan hal yang sangat rinci, bukan hal yang masih umum. Contoh yang masih umum misalnya, “tujuannya menjadi guru”. Sedangkan yang lebih rinci itu misalnya, “tujuannya menjadi guru biologi di SMA 1 kota Magelang”
  2. Measurable. Terukur, tujuan yang ingin dicapai itu memiliki kriteria-kriteria yang mampu menjelaskan sejauh mana telah tercapai. Kriteria terukur ini bisa berupa kualitas, kuantitas, hingga biaya yang dikeluarkan.
  3. Achievable.  Dapat dicapai, tujuan yang dapat dicapai biasanya diketahui dari jalan untuk mencapainya, langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai cita-cita itu. Langkah-langkah ini tentu belum kita buat saat mendeskripsikan tujuan, langkah-langkah ini diketahui dari pengalaman orang lain dan juga informasi-informasi yang berhubungan.
  4. Realistic. Realistis, tujuan yang realistis juga tidak jauh berbeda dengan dapat dicapai, realistis berhubungan dengan kesanggupan diri, seperti kemampuan yang dimiliki, dukungan orang lain, serta kemampuan finansial.
  5. Time based. Adanya batasan waktu. Tujuan yang akan dicapai dibatasi oleh waktu yang kita tentukan sendiri. Batasan waktu ini merupakan hasil kompromi antara banyaknya waktu yang kita miliki dan juga gambaran waktu yang dibutuhkan untuk mencapainya, apakah akan menjadi seminggu, atau sebulan, atau setahun itu tergantung kompromi antara dua hal tersebut.

Pertanyaan kapan? Terdiri dari kapan waktu akan memulainya dan kapan akan menyelesaikannya, dalam konsep SMART diatas, pertanyaan ini sedikit terjawab melalui adanya batasan waktu (time based). Pertanyaan dimana? Menunjukkan tempat atau lokasi dimana sebuah kerja dari perencanaan dilaksanakan. Pertanyaan mengapa? Menunjukkan motivasi pribadi untuk mencapai tujuan itu, jawabannya berupa gambaran alasan serta hal-hal yang menyebabkan suatu tujuan itu penting untuk dicapai.

Pertanyaan bagaimana? Pertanyaan ini mengacu pada prosedur pencapaian yang akan dikerjakan. Terdiri dari tahapan-tahapan apa saja yang perlu dilakukan atau dicapai untuk mencapai tujuan akhir. Cara menentukan tahapan itu adalah melalui informasi dari konsep SMART yang telah dibuat terutama pada konsep dapat diraih dan realistis. Dua konsep itu berisi gambaran prosedur dan kemampuan untuk mencapainya, sehingga dalam membuat tahapan perencanaan pribadi dapat disesuaikan dengan kemampuan serta sumber daya yang dimiliki.

 

Sumber

  1. Wilson, S.B., & Dobson, M.S. 2008. Goal Setting : How to Create an Action Plan and Achieve Your Goals 2nd Edition. New York : American Managemen Association
  2. http://www.projectsmart.co.uk/smart-goals.html
About these ads

One thought on “konsep membuat perencanaan pribadi (life plan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s