Bekal Meniti sukses dalam dunia kerja

Bekerja adalah suatu keniscayaan, menghasilkan uang adalah suatu kebutuhan. Dengan bekerja kita mengharapkan akan kehidupan yang lebih baik, serta memberikan dampak pada kebahagian diri. Kebahagian dalam dunia kerja itu biasanya didapat melalui kesuksesan dalam bekerja. Sukses dalam pekerjaan, seperti dalam kehidupan, memerlukan usaha yang berkesinambungan, termasuk konsistensi dalam bekerja.

Secara umum kita mengetahui bahwa semakin banyak skill yang kita miliki dan semakin diri kita berkualitas terhadap pekerjaan, maka akan semakin mudah kita mendapatkan suatu pekerjaan yang kita inginkan. Oleh karena itu bekal pertama yang diperlukan untuk bisa sukses dalam dunia kerja adalah modal pendidikan dan skill awal untuk kerja serta pengetahuan terkait pekerjaan. Pada umumnya tingkat pendidikan dan skill yang dimiliki akan mempengaruhi untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang sedemikian rupa, skill dan pengetahuan menjadi hal yang penting. Tapi bukan berarti harus masuk universitas terlebih dahulu untuk bisa mendapatkan modal skill dan pengetahuan dunia kerja. Ada banyak cara untuk mendapatkan skill dan pengetahuan yang dibutuhkan dunia kerja.

Kecerdasan bukanlah hal yang penting dalam kehidupan, tetapi usaha keras yang dilakukan adalah faktor utama dalam menjalani hidup. Demikian juga dengan bekerja, orang yang inteleigensinya tinggi, tetapi jika bekerja tidak maksimal, maka hasil yang didapatpun tidak maksimal atau akan kalah dengan mereka yang ulet dalam bekerja walau inteligensinya lebih rendah.

Hal yang perlu diperhatikan untuk sukses dalam dunia kerja adalah bagaimana terjadinya kecocokan antara skill yang dimiliki atau yang sedang dikembangkan dengan nilai-nilai yang diyakini. Sangat penting bagi seseorang untuk bekerja pada dunia yang disukainya. Pekerjaan yang ideal adalah pekerjaan yang membuat seseorang itu tertantang dalam mengerjakannya. Oleh karena itu, ketika mendapatkan kesempatan dalam bekerja, ada baiknya untuk mencoba jenis-jenis tugas yang berbeda hingga pada jabatan-jabatan yang dapat di coba untuk merasakan pada posisi mana kita menyukai suatu pekerjaan itu.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah secara rutin meningkatkan skill dan pengetahuan dalam bekerja. Skill dan pengetahuan dapat ditingkatkan melalui program-program yang disediakan oleh perusahaan. Selain itu kita juga bisa menjadikan suatu target kerja sebagai sarana peningkatan skill dan pengetahuan. Ketika target kerja sudah terlaksana, maka kita buat lagi target kerja yang lain lalu melaksanakannya hingga tercapai targetan itu.

Perusahaan memang menyediakan sarana upgrading skill dan pengetahuan terkait pekerjaan, namun hal itu belum cukup menjamin bahwa pengetahuan dan skill itu akan bertahan lama atau digunakan dalam dunia kerja. Namun, ketika hasil training itu mulai diterapkan dalam dunia kerja atau dalam mengerjakan suatu tugas kerja, maka skill dan pengetahuan yang didapat itu akan lebih lama bertahan.

Memperoleh umpan balik secara berkala juga diperlukan. Umpan balik itu dapat digunakan untuk mengevaluasi diri kita dalam kerja, mengukur performansi kerja, dan menjadi bahan untuk meningkatkan kapasitas diri dalam kerja. Ada baiknya meminta umpan balik terhadap tugas-tugas kerja yang sudah kita kerjakan kepada atasan atau kepada teman kerja. Umpan balik yang diberikan juga dapat memberikan ide dan semangat baru untuk menghadapi kegagalan yang mungkin dialami dalam kerja.

Sumber : Setting Goals for Life and Happiness. Edwin A locke. Dalam Handbook of Positive Psychology. Ed. By C.R Snyder, et all (2005).

Komentar bertahan »

kuis pariwisata indonesia

http://www.indonesia.travel/quiz/index.php?fuid=1363044326

Komentar (2) »

Locus of Control Test Results
Internal Locus (46%) Individual believes that their life is defined more by their decisions and internal drive.
External Locus (54%) Individual believes that their life is defined more by genetics, environment, fate, or other external factors.

Take Free Locus of Control Test
personality tests by similarminds.com

Komentar bertahan »

Manajemen Diri Sederhana

Brader, sister… ente pada pernah mengalami hal-hal yang menjengkelkan dalam aktivitas pribadi? Misal sebutlah namanya supermancakep. Anak itu tuh, punya kebiasaan buruk, terburu-buru di pagi hari. Akibatnya suka balik ke kamar kos pas mau ngampus karena kunci belalang tempurnya ketinggalan. Otomatis waktu untuk berangkat kuliah termakan dengan aktivitas yang seharusnya tidak terjadi.

Bayangkan, betapa menyita waktu nya rangkaian aktivitas supermancakep itu. keluar kamar dengan terburu-buru kunci, ngunci kamar, ngambil sepatu, masang sepatu, keluar rumah, nyari di mana belalang tempur ngumpet, pas ketemu rogoh saku celana, kemeja, dan jaket, “Astagfirullah…. Kunci ketinggalan!!” Terus balik masuk rumah, buka sepatu, lari ke kamar kos, buru-buru buka kamar, tapi agak lama, karena salah kunci kamar. Setelah kamar kebuka, masuk dan diam sesaat berpikir di mana naruh kunci motor. Terus obrak-abrik kamar yang sebelumnya juga udah kayak kapal pecah. Eh… kunci nya nongol dari balik tumpukan buku yang tak tertata rapi di rak buku. Itu diaa!!! Lanjut, keluar kamar dan mengunci kamar… eh kuncinya belum di ambil !!! buka kamar lagi ngambil kunci, terus keluar kamar dan mengunci pintu, meninggalkan kamar yang sudah lebih parah dari kapal pecah, mungkin lebih bagus dengan istilah kamar kena tsunami. Keluar kamar, lari ke ruang depan, masang sepatu, eh… kaus kakinya ke balik, ga papa deh. Lanjut keluar rumah dan menuju ke tempat belalang tempur menunggu, hidupkan mesin belalang, tiba-tiba mesinnya mati, “Ya Allah…belalang kehausan!!!” terus didorong tuh belalang tua nyari tempat minum. Setelah segar kembali, ke kampussss…. Sampai di kampus, telat. Terus denger bisik-bisik, “itu tuh aktipis kampus, telat mulu kalau pagi, maklum konon dia sibuk banget….”

Nah.. apakah ente-ente pernah mengalami kisah yang sama atau serupa atau mirip-mirip atau bahkan lebih parah dari supermancakep diatas? Kalau pernah… saatnya kita melakukan perbaikan diri dengan melakukan manajemen diri sederhana atau regulasi diri atau bahasa yang lebih keren lagi yaitu modifikasi diri. Supermancakep juga udah melakukannya koq. Hasilnya, kunci motor ga pernah ketinggalan lagi di kamar kos. Tetapi udah berpindah ketinggalan di motor waktu malam hari. (wuih… ini mah lebih serem, bisa lenyap tuh belalang tempur tua).

Langkah-langkah dalam manajemen diri sederhana yang dilakukan supermancakep itu mungkin dapat kita aplikasikan juga untuk perbaikan diri kita, islahun nafs… he he he. Yuk kita cari tahu langkah-langkah manajemen diri sederhana itu.

1. Yang pertama. Supermancakep menggunakan model ABC atau APK untuk asessmen perilaku bermasalahnya. ABC itu Anteseden – Behavior –Consecuences (APK = Anteseden- Perilaku –Konsekuensi). Anteseden dapat diartikan sebagai pikiran atau perilaku atau kondisi lingkungan yang mengawali kemunculan perilaku yang jadi masalah. Behavior adalah perilaku yang ingin diperbaiki, muncul karena adanya anteseden. Consequences adalah akibat dari kemunculan perilaku -B) itu.

Dalam kasus supermancakep yang sering telat kuliah pagi, telat dan lupa bawa kunci motor adalah konsekuensi dari perilaku terburu-buru dalam mempersiapkan kuliah. Antesedennya bisa jadi karena beberapa hal seperti, sembarangan naruh kunci motor atau mandi pagi jam 07.15 -masuk kuliah jam 07.30).

Jadi tampak hubungan ABC, yaitu mandi pagi jam 07.15 –  buru-buru mempersiapkan kuliah –kunci motor ketinggalan dan akhirnya telat sampai kampus

Berbeda dengan supermancakep, kebanyakan kasus telat ke kampus itu karena terlambat bangun pagi. ABC yang terjadi umumnya : Tidur larut malam — terlambat bangun pagi — terlambat kuliah

2. Setelah mengetahui proses yang terjadi dalam ABC, maka kita akan mengubah B menjadi perilaku yang kita inginkan. Dalam kasus supermancakep, perilaku yang diharapkan muncul adalah membawa kunci motor saat keluar kamar kos. Supermancakep dapat melakukan dua cara yaitu memunculkan anteseden baru atau menghadirkan konsekuensi baru. Manipulasi pada A atau C adalah cara sederhana untuk menghadirkan B yang diharapkan. Manipulasi A dilakukan ketika kita melihat A sebagai masalah utama penyebab kehadiran B. Sebaliknya, manipulasi C dilakukan ketika A bukan menjadi masalah utama, tetapi C nya. (penjelasan ini ada di poin 4)

3. Anteseden baru dimunculkan karena anteseden lama yang kita yakini sebagai penyebab kemunculan perilaku. Mandi pukul 07.15 diyakini supermancakep sebagai penyebab perilaku buru-buru di pagi hari nya. Supermancakep menghadirkan anteseden baru dengan mandi pagi pukul 07.00 untuk menghilangkan perilaku buru-buru mempersiapkan kuliah. ABC nya menjadi : Mandi pukul 07.00 — tenang dalam mempersiapkan kuliah — kunci motor terbawa dan tidak telat.

Kehadiran anteseden baru tidak akan bermanfaat jika ada rintangan yang memunculkan anteseden lama dan perilaku lama, seperti nonton TV sebelum mandi, ada PR yang belum dikerjakan, peralatan mandi kurang lengkap, mandinya kelamaan, de el el. Jadi jangan lupa untuk menghilangkan atau mengurangi perilaku lain yang menjadi rintangan itu.

4. Kasus supermancakep tidak memungkinkan untuk mengubah C karena A adalah masalah yang lebih utama. Hal ini berlawan dengan kasus superboycakep yang sering datang terlambat syuro karena setelah pulang kuliah ia makan sore dulu -syuro dimulai pukul 16.00 dan ia selesai kuliah pukul 15.30).

ABC nya kira-kira seperti ini : Makan sore dahulu — datang syuro terlambat — syuro di mulai tidak sesuai rencana. C menjadi masalah yang lebih utama daripada A karena kedatangan superboy yang terlambat hanya memperlambat dimulainya syuro, tetapi tidak ada konsekuensi lainnya. So C perlu dimanipulasi sehingga akan mempengaruhi manipulasi A untuk memunculkan B yang diharapkan.

Kasus superboy, manipulasi C dengan memberikan hukuman bagi kedatangannya yang terlambat dan syuro dimulai tanpa menunggunya serta membiarkan superboy tertinggal beberapa pembahasan syuro. Karena adanya konsekuensi baru, maka superboy mencoba tidak datang terlambat dengan menghadirkan anteseden yang baru.

ABC yang lama,

Makan sore terlebih dahulu — datang terlambat — syuro dimulai tidak tepat waktu

C yang baru

Makan sore terlebih dahulu — datang terlambat — ketinggalan agenda syuro dan dapat hukuman.

ABC baru,

Makan sorenya dibungkus dan di makan di tempat syuro — datang syuro di awal waktu — ikut syuro tepat waktu dan tidak kena hukuman.

Manipulasi pada C biasanya karena peran C lebih besar pengaruhnya terhadap munculnya B daripada peran A. biasanya ini terjadi karena faktor eksternal yang kurang berpengaruh pada C.

Nah… itulah manajemen diri sederhana yang dapat kita lakukan untuk menyelasaikan perilaku yang kita anggap bermasalah sehari-hari. Silakan mencobanya, sangat bermanfaat untuk menjadikan diri kita yang lebih baik. Kalau ternyata manajemen diri sederhana ini kurang berhasil, bisa minta bantuan ke saya untuk membantu menerapkan manajemen diri yang lebih kompleks. Ha…ha..ha.. semoga bermanfaat.

Referensi :

  1. Miltenberger,R.G. 2004. Behavioral Modification : Priciples and Procedures, Third Edition. Belmont, CA : Thomson Wadsworth
  2. Watson, D.L., & Tharp, R.G. 2007. Self-Directed Behavior : Self-Modification For Personal Adjustmen, Ninth Edition. Belmont, CA : Thomson Wadsworth

Komentar bertahan »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.